Renegade immortal Episode 006
Episode 6 - Penghinaan
Tie Zhu diam seribu bahasa saat Wang Zhuo berkata dengan nada mengejek, "Sudah kubilang dari dulu anak ini tidak berbakat. Dia cuma mempermalukan keluarga kita. Aku lulus tes pertama, jadi tidak melihatnya sampai kemudian. Beberapa hari lalu, kudengar dia gagal semua tes. Lebih baik dia tidak usah pergi. Aku lebih suka kalau anak paman keempat yang pergi."
Paman keempat Tie Zhu mengerutkan kening. "Wang Zhuo, meski kau akan jadi immortal, apa kau tahu kemampuan anakku? Kurang ajar!"
Kilatan dingin muncul di mata Wang Zhuo. Ia tertawa kecil, tapi tidak berkata apa-apa.
Wajah ayah Tie Zhu tiba-tiba tampak sepuluh tahun lebih tua. Ia terjatuh di kursinya. Ibu Tie Zhu juga terkejut, tidak percaya dengan apa yang terjadi. "Tie Zhu, apa... apa ini benar?"
Tie Zhu menggigit bibirnya sampai berdarah. Ia bersujud dan memberi hormat berkali-kali. "Ibu, Ayah, Tie Zhu tidak terpilih oleh para immortal. Maafkan aku... Aku akan membalas kalian di kehidupan selanjutnya."
Ibu Tie Zhu menyadari putranya putus asa. Ia segera membantu Tie Zhu berdiri. "Nak, jangan khawatir. Apa artinya tidak terpilih immortal? Tahun depan ada ujian distrik. Jangan terlalu menyiksa diri. Jangan lakukan hal bodoh. Ayah dan ibu masih ingin kau menghantarkan kami nanti."
Ayah Tie Zhu tersadar dari lamunannya. Ia mengerti kondisi mental Tie Zhu. Dadanya berdebar, ia segera memeluk anaknya. "Tie Zhu, jangan lakukan hal bodoh. Dengarkan ayah. Pulang saja, belajar keras untuk ujian distrik tahun depan."
Kerabat sekitar menjauh dari keluarga Tie Zhu. Mereka berkumpul seolah menonton pertunjukan, bergosip dan mengomentari kejadian ini.
Paman keenam Tie Zhu menyindir, "Sudah kuduga anak Tie Zhu tidak berbakat. Mana bisa dibandingkan Wang Zhuo?"
"Benar sekali. Kalau sudah tahu hasilnya begini, ngapain pamer seolah sudah diterima? Memalukan. Lao Er, umurmu sudah segini, masih bisa sebodoh ini. Pantas dulu ayah tidak memberi warisan," sergah paman ketiga dengan sarkasme.
"Menurutku, cerita bahwa anak ini pintar sejak kecil cuma kebohongan. Lao Er tahu dirinya gagal, lalu membesar-besarkan nama anaknya. Sekarang terbongkar sudah," tambah paman kelima dengan wajah masam.
Seorang kerabat perempuan mencibir, "Dari tiga anak yang ikut tes, cuma dia yang gagal. Tie Zhu anak terburuk di keluarga Wang. Kakak ipar, dulu kukatakan kau beruntung menikah dengan Lao Er. Sekarang jelas nasibmu akan sengsara selamanya."
Bibi kelima Tie Zhu juga menyeringai, "Benar, kan? Waktu kujumpai Tie Zhu beberapa hari lalu, sudah kuduga dia tidak akan bisa menyaingi Wang Hao dan Wang Zhuo."
Kerabat perempuan lain tanpa ampun menambahkan, "Sudah kulihat dari dulu anak Tie Zhu tidak berbakat. Lihat saja orang tuanya. Mungkin menghasilkan anak bagus? Di keluarga Wang, hanya anak kakak sulung dan paman ketiga yang bagus. Tie Zhu? Huh, dari namanya saja sudah terdengar bodoh."
"Aku benar-benar buta waktu itu, hampir menjerumuskan putriku ke lubang api. Untung ketahuan Tie Zhu tidak terpilih. Putriku pasti akan membenciku kalau sampai dinikahkan dengannya. Ibu Tie Zhu, lupakan saja perjodohan ini. Kalau Tie Zhu tidak jadi immortal, siapa yang mau menikahkan putrinya? Ini seperti kodok menginginkan daging angsa!"
Dalam sekejap, semua kerabat berubah menjadi tukang hina. Mereka terus-menerus melontarkan cercaan pada keluarga Tie Zhu.
Berbanding terbalik dengan suasana sebelumnya. Bahkan ada kerabat yang meminta kembali hadiah yang pernah mereka berikan. Melihat wajah pucat orang tuanya, Tie Zhu mengepal tangan. Setiap hinaan membuatnya ingin mati saja.
Ayah Wang Zhuo tertawa dalam hati, lalu menyeringai. "Lao Er, bukankah sudah kukatakan menjadi murid immortal butuh takdir? Mana mungkin bisa kecuali berbakat seperti anakku? Kau malah percaya bisa. Sekarang kau buat anakmu ingin mati! Perlu segitunya?"
Ayah Tie Zhu tidak bisa menahan amarah lagi. "Wang Tianshan, tutup mulutmu! Dulu ayah di ranjang kematian memberiku bagian warisan. Kau bekerja sama dengan kerabat lain merampasnya, sekarang kau menghinaku. Kau pikir aku, Wang Tianshui, akan diam saja?"
"Dan kalian semua juga. Tadi memuji, sekarang menghina. Anak kami sudah seperti ini, kalian malah menambah luka. Apakah kalian masih manusia?"
Wang Tianshan berhenti sejenak. "Ngapain membicarakan masa lalu? Aku memperingatkanmu dengan niat baik bahwa anakmu tidak berbakat, malah kau marah. Hmph, dengan ayah sepertimu, pantas anaknya tidak bisa sukses!"
Setiap hinaan yang diterima Wang Lin seperti duri menusuk jantungnya. Ia memandang dingin setiap orang, mengukir wajah mereka dalam ingatannya.
"Aku habisi kau!" Ayah Tie Zhu tidak tahan lagi dan mengambil kursi. Paman keempat segera menahannya. "Saudaraku, jangan gegabah. Kakak sulung punya banyak pelayan. Dengarkan aku, jangan diladeni."
Paman keempat menatap tajam Wang Tianshan. "Kakak, pantaskah bicara seperti itu? Aku tidak akan diam saja. Kalau kau terus menghina kakakku, jangan salahkan aku kalau tidak mengindahkan ikatan keluarga. Keluarga Wang memang besar, tapi aku punya banyak kenalan selama bepergian. Jangan paksa aku membakar semuanya."
Wang Tianshan bergumam pelan. Ia masih takut pada adik keempat yang banyak koneksinya.
"Lao Si, perkataanmu tidak masuk akal. Kami tidak salah menyatakan anak Lao Er tidak berbakat. Apa salahnya kami, generasi lebih tua, menegur yang muda? Kau terlalu tidak rasional," protes paman ketiga dengan wajah kesal.
Posting Komentar untuk "Renegade immortal Episode 006"