Renegade Immortal Episode 018
Bab 18 - Labu
Wang Lin meninggalkan taman tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Seragam merah yang ia kenakan menarik perhatian para murid kehormatan. Wajah mereka dipenuhi rasa iri. Namun, setelah mereka melihat lebih dekat dan menyadari siapa yang memakainya, ekspresi mereka seketika berubah menjadi aneh, bahkan semakin dipenuhi kecemburuan.
"Jadi ternyata dia yang menjadi murid inti! Dia dulu menjadi murid kehormatan karena mencoba bunuh diri. Cara apa lagi yang ia gunakan kali ini?"
"Apa perlu ditanyakan? Menurutku, dia pasti melakukan hal menjijikkan demi mendapat perhatian Elder. Orang seperti itu benar-benar tak tahu malu."
"Iya, lihat saja wajah bodohnya itu. Sekalipun jadi murid inti, tetap saja dia ada di dasar. Apa kau kira cultivation semudah itu?"
"Dasar sampah. Mau jadi murid inti sekalipun, dia tetap sampah. Di mana pun dia berada, tetap akan dipandang rendah."
"Brengsek, aku sudah menjadi murid kehormatan selama empat tahun, belum pernah melihat orang setidak tahu malu ini. Kenapa Elder memilih dia? Aku lebih hebat darinya dalam segala hal!"
"Kau baru empat tahun? Aku sudah dua belas tahun di sini, dan semuanya kulalui dengan usahaku sendiri. Lihat betapa sombongnya dia! Hmph, murid inti selalu bersaing satu sama lain. Mari kita tunggu saja pertunjukannya."
Semua celaan itu terdengar jelas oleh Wang Lin. Tatapannya menyapu mereka semua dengan dingin. Meskipun saat ini kekuatannya belum cukup, ia bersumpah dalam hati akan membalas semua hinaan itu suatu hari nanti.
Tak lama kemudian, ia tiba di gerbang timur. Ia berlari menyusuri jalan kecil hingga mencapai mata air. Ia membasuh wajahnya dengan air dingin untuk menyegarkan diri, lalu meneguk beberapa kali sebelum duduk dan mulai merenung.
Elder Sun duduk di atas pohon terdekat, mengumpat pelan, “Bocah brengsek ini. Katanya mau mencari labu. Aku tidak percaya dia benar-benar menunggu labu mengapung dari mata air.”
Begitu Wang Lin pergi, Elder Sun langsung membuntutinya, ingin melihat di mana Wang Lin menemukan labu itu. Namun, yang ia lihat hanyalah Wang Lin duduk dan mulai melakukan cultivation.
Energi spiritual di tempat ini memang lebih padat dibandingkan kamarnya, meskipun tidak sepadat yang ada di taman obat. Berdasarkan pemahamannya, tahap Qi Condensation adalah tentang seberapa banyak energi spiritual yang berhasil diserap tubuh. Meskipun saat ini Wang Lin hanya mampu menyerap sedikit demi sedikit, hal itu bisa diatasi dengan waktu dan ketekunan.
Tebakan Wang Lin memang tepat. Qi Condensation hanyalah proses pemasukan energi spiritual ke dalam tubuh untuk membangun fondasi yang kuat bagi masa depan.
Wang Lin terus melanjutkan teknik pernafasannya hingga siang hari, lalu berdiri dan meregangkan tubuh. Ia masih belum merasakan sensasi seperti semut yang merayap di seluruh tubuh. Ia berdiri di dekat mata air dan mulai berpikir. Ia yakin Elder Sun pasti mengawasinya dari dekat.
Sambil mengusap perutnya yang lapar, ia berjalan santai kembali ke sekte. Elder Sun yang mengintai pun hampir meledak karena kesal. Ia telah menunggu sejak pagi tanpa hasil. Ia mengumpat, “Brengsek! Kalau kau tidak berhasil dalam sehari, aku akan tunggu sebulan. Kalau sebulan belum cukup, aku tunggu setahun. Aku tidak percaya kau hanya punya satu labu!”
Setelah berkata begitu, ia tiba kembali di taman obat lebih dulu daripada Wang Lin.
Beberapa saat kemudian, Wang Lin kembali berjalan masuk dengan santai. Sun Dazhu mengelus janggutnya lalu bertanya, “Murid, apakah kau menemukan labu pagi ini?”
Wang Lin menghela napas dan menggeleng. “Guru, murid sudah menunggu di mata air sejak pagi, tapi tidak menemukan satu labu pun. Nanti sore saya akan tunggu lagi. Mungkin saja beruntung.”
Sun Dazhu berpikir, "Kau malah bermeditasi dengan mata tertutup dari pagi tadi. Kalau pun ada labu mengapung, kau juga takkan melihatnya." Namun yang ia ucapkan hanyalah, “Bagus. Wang Lin, kau makanlah dulu. Setelah itu, pergilah memeriksa kembali nanti sore.”
Wang Lin mengangguk pelan. Ia masuk ke kamarnya dan melihat sebuah meja telah dipenuhi empat piring berisi daging, sayur, dan bahkan sup yang menggoda selera. Ia tidak bertanya siapa yang membawanya, melainkan langsung menyantap semuanya dan menghabiskan sup sebelum merebahkan diri di tempat tidur untuk tidur sejenak.
Sun Dazhu muncul bagai bayangan. Wajahnya muram saat ia berpikir, “Orang tua ini memang mengikuti aturan sekte, jadi aku takkan meracuni makananmu. Tapi aku bisa menaruh obat yang menghambat penyerapan energi spiritual. Dengan kemampuanmu yang biasa-biasa saja ditambah obatku, kau tidak akan pernah melewati lapisan ketiga Qi Condensation. Kau akan selamanya berada di bawah kendaliku.”
Satu jam kemudian, Wang Lin terbangun. Ia merapikan pakaian dan kembali berjalan menuju mata air, lalu mulai cultivation lagi. Ia terus melakukannya hingga malam tiba, lalu tanpa berkata apa pun, berjalan masuk ke dalam hutan pegunungan.
Sun Dazhu, yang duduk di pohon terdekat, mengikuti secara diam-diam.
Wang Lin berjalan perlahan, berbelok ke kiri dan kanan di tengah hutan, sambil meneliti sekelilingnya. Tiba-tiba, ekspresinya berubah senang saat ia tiba di sebuah sulur yang dipenuhi labu. Ia memetik satu labu kecil yang tampak bagus, lalu segera pergi.
Setelah ia pergi, Sun Dazhu tampak sangat kebingungan. Sepandai apapun ia menilai, labu itu terlihat sangat biasa. Namun, ia tetap mengambil beberapa labu dan menghilang.
Wang Lin menuruni jalan pegunungan dan kembali ke sekte dalam waktu singkat. Ia tak memedulikan omongan para murid lain. Sesampainya di taman obat, ia melihat wajah muram Sun Dazhu sedang menatapnya tajam.
Wang Lin segera memberikan labu itu dengan hormat dan berkata, “Guru, sore ini keberuntungan saya cukup baik. Meskipun tidak menemukan apa pun di mata air, saya berjalan-jalan di pegunungan dan menemukan banyak labu. Labu ini yang paling mirip dengan yang saya punya sebelumnya. Guru, bagaimana menurut Anda?”
Sun Dazhu hampir kehilangan kesabaran, tapi berhasil menahannya dan memaksakan senyum. Ia mengambil labu itu, melemparkannya ke samping tanpa memeriksa, lalu berkata kata demi kata, “Labu yang aku inginkan adalah yang dipenuhi energi spiritual seperti sebelumnya. Buat apa aku menerima labu biasa?”
📚 Sebelumnya 🍔 Daftar Isi ➡️ Selanjutnya
Posting Komentar untuk "Renegade Immortal Episode 018"